suku minangkabau

Suku Minangkabau (Minang) masyarakat setempat menyebutnya orang minang adalah suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat.

Suku Minang sangat terkenal dengan adatnya yang matrilineal dan orang Minang sangat menggenggam kuat agama Islam.

Adat Basandi Syara’, syara’ basandi Kitabullah yang artinya “Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Quran” yang merupakan cerminan adat Minang berlandaskan Islam.

Lalu, bagaimana sejarah suku minangkabau? Yuk, simak bagaimana sejarah suku Minangkabau sesungguhnya.

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Sederhana dan Simple

Sejarah Suku Minangkabau

Suku Minangkabau – Nama Minangkabau berasal dari dua makna kata yaitu, minang (menang) dan kabau (kerbau). Nama ini dikutip dari sebuah legenda. Pada abad ke-13, kerajaan Singasari melakukan ekspedisi ke Minangkabau.

Demi mencegah pertempuran, Masyarakat setempat menyarankan untuk mengadu kerbau Minang dengan kerbau Jawa.

Pasukan Majapahit menyetujui usulan tersebut dan mulai menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif.

Sedangkan masyarakat Minang hanya menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya.

Di area pertempuran itu, anak kerbau mencari kerbau Jawa dan langsung menyayat perutnya karena mengira kerbau tersebut adalah induknya yang ingin menyusui.

Kecerdasan masyarakat Minang itulah yang menjadi inspirasi nama Minangkabau hingga saat ini.

Asal Usul Minangkabau

suku minangkabau

Suku Minangkabau merupakan keturunan dari Iskandar Zulkarnain yang hidup semasa abad 4 SM.

Sedangkan nenek moyang dari suku Minangkabau adalah Maharaja Diraja (Saudara Maharaja Alif) dari negeri romawi serta (Maharaja Dipang) asal Cina.

Orang Minang terkenal sebagai perantau layaknya para Yahudi. Namun, bedanya mereka merantau untuk menuntut ilmu sekaligus mencari mata pencaharian bukan untuk menjajah atau menguasai wilayah baru.

Masyarakat Minang menetap di Provinsi Sumatera Barat yang tersebar di wilayah Bukit Barisan yakni pegunungan yang menghampar luas di sepanjang pulau Sumatera.

Karakteristik Suku Minangkabau

suku minangkabau

Suku Minangkabau mempunyai beberapa karakteristik yang unik dimiliki oleh orang Minang. Seperti apa karakteristik orang Minangkabau ini?

1. Orang Minangkabau mempunyai Kesenian yang Beragam

Masyarakat Suku Minang mempunyai kesenian yang beragam, mulai dari seni bela diri, tari-tarian hingga seni bahasa (kata-kata).

Uniknya, seni bahasa (kata-kata) ini bertujuan untuk menjaga kehormatan diri, sehingga tidak perlu menggunakan senjata atau melakukan kontak fisik.

2. Orang Minangkabau Penganut Agama Islam yang Taat

Masyarakat Suku Minang sangat kuat dengan agamanya. Maka, tak heran kalau ada pepatah yang menyebutkan bahwa “di setiap jengkal tanah minang akan selalu ada suara azan berkumandang”.

Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing daerah ataupun wilayah hampir dapat dipastikan selalu menemui bangunan masjid.

Seminimalnya sebuah surat dengan arsitektur khas minangkabau.

3. Orang Minangkabau Mempunyai Jiwa Perantau

Masyarakat Minangkabau dikenal dengan sifat perantau yang mandiri. Baik untuk menuntut ilmu ataupun untuk bekerja.

Namun, hampir sepenuhnya mereka mengadu nasib di kota-kota besar seperti Jakarta, Palembang, Aceh, Medan dan Kota besar lainnya.

Bahkan, tidak hanya Kota besar di Indonesia saja. Sebagian dari mereka juga nekad merantau ke wilayah negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Budaya merantau tersebut merupakan imbas dari sistem matrilineal yang orang minangkabau anut.

Sehingga sebagian besar dari orang minang yang pergi merantau khususnya laki-laki menerapkan sistem “dilarang pulang sebelum sukses”.

4. Orang Minangkabau Menggenggam Tali Persaudaraan yang Kuat

Masyarakat Minangkabau juga menggenggam kebudayaan persaudaraan yang kokoh. Sehingga, pada saat orang minang merantau dan bertemu dengan orang minangkabau perantau maka mereka akan menganggap bertemu dengan saudara sendiri.

Meskipun bukan saudara sedarah, orang minang akan tetap menjadi saudara setanah leluhur.

5. Orang Minangkabau Sangat Egaliter dan Demokratis

Masyarakat Minangkabau juga menerapkan budaya demokratis. Sehingga, segala macam masalah yang terjadi, orang minang menyatakan wajib hukumnya untuk dimusyawarahkan demi mendapatkan mufakat.

Tak hanya itu, Orang Minangkabau juga sangat egaliter sehingga tidak pernah canggung saat berhadapan dengan suku atau bangsa lain.

6. Orang Minangkabau Menganut Sistem Matrilineal

Orang Minangkabau menganut sistem matrilineal dimana garis ibu lebih dominan dengan sistem keturunan menganut garis ibu.

Ini merupakan satu-satunya suku di Indonesia yang menganut sistem matrilineal yaitu Suku Minangkabau.

Begitu juga dengan sistem pembagian warisan pihak wanita akan menerima bagian lebih banyak daripada laki-laki.

Positifnya, kalau seorang laki-laki meninggalkan wanitanya maka wanita tersebut tidak rentan ataupun bergantung pada laki-laki tersebut.

7. Orang Minang Cenderung Menggunakan Bahasa Minang Kabau

Orang Minangkabau mempunyai bahasa utama yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari namanya Bahasa Minang.

Dialek bahanya mirip dengan bahasa melayu. Hal ini memiliki pendapat bahwa bahasa Minang adalah bahasa mandiri dan bukan serapan dari bahasa Melayu.

Bahasanya cukup sulit, namun tidak sulit untuk dipelajari masyarakat dari luar minangkabau.

8. Orang Minang Mempunyai Adat Pernikahan yang Unik

Adat menikah orang Minangkabau harus belandaskan syariat Islam. Syarat utama sebelum menikah yaitu kedua calon pengantin tidak berasal dari suku yang sama dan menganut agama Islam.

Kedua calon mempelai harus saling menghormati keluarga besar dari kedua belah pihak. Dan yang paling utama adalah calon suami wajib mempunyai penghasilan.

Tradisi pernikahan orang Minangkabau terdiri dari beberapa tahapan yaitu, mamisek, malam bainai, maminang, prosesi akad nikah dan masih banyak lagi.

9. Orang Minang Memiliki Upacara Khusus Kematian

Orang Minang juta mempunyai ucapara tersendiri bagi yang telah meninggal.

Upacara kematian juga harus membawa syariat Islam dan adat istiadat yang dianut suku Minang diantaranya, sakik basilau, kacang pali, cabiak kapan, mangaji di rumah duka selama tiga hari, memperingati hari ketujuh, dan seratus hari.

Kebudayaan Suku Minang Kabau

suku minangkabau

Suku Minangkabau mempunyai kebudayaan yang sangat menarik diantaranya pakaian adat Minang, Rumah Adat Minang, Seni Tari, Alat Musik dan lain-lain.

Seperti apa kebudayaan adat Minangkabau tersebut? Yuk simak!

Pakaian Adat Suku Minangkabau

  • Pakaian Bundo Kanduang (Limpapeh Rumah Nan Gadang)

Suku Minangkabau – Pakaian Bundo Kanduang merupakan lambang kebesaran bagi para wanita yang telah menikah. Pakaian adat ini merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam keluarga.

Sedangkan peran Limpapeh untuk mengokohkan bangunan yang merupakan analogi dari peran ibu di dalam sebuah keluarga.

Andaikan limpapeh rubuh, maka rumah atau bangunan juga akan rubuh, begitu juga dengan seorang ibu yang tidak pandai mengatur rumah tangga. Maka rumah tangga tidak akan dapat bertahan lama.

Pakaian adat Bundo Kanduang dan Limpapeh Rumah Nan Gadang mempunyai desain tersendiri dari masing-masing Nagari atau Sub Suku.

Meskipun demikian, beberapa kelengkapan khusus yang selalu ada dalam jenis pakaian adat tersebut.

Peralatan tersebut diantaranya, tingkuluak, baju batabua, minsie, lambah atau sarung, salempang, dukuah (kalung), galang (gelang) dan masih banyak aksesoris lainnya.

  • Baju Tradisional Pria Minangkabau

Suku Minangkabau – Adapun para pria bernama pakaian penghulu. Pakaian ini hanya digunakan oleh tetua adat atau orang bergelar tertentu.

Cara penggunaan pakaian adat ini pun diatur sedemikian rupa oleh hukum adat. Pakaian ini terdiri dari beberapa kelengkapan diantaranya, Deta, Baju Hitam, Sarawa, Sesamping, Cawek, Sandang, Keris dan Tungkek.

  • Pakaian Adat Pengantin

Suku Minangkabau – elain pakaian adat Bundo Kanduang dan Baju Penghulu, orang Minangkabau juga mempunyai pakaian adat pengantin khas Sumatera Barat.

Pakaian adat ini lazimnya berwarna merah dengan tutup kepada dan dilengkapi hiasan yang lebih banyak.

Sampai saat ini, pakaian pengantin tersebut masih kerap digunakan dengan sedikit tambahan modernisasi dengan gaya desain yang lebih unik.

Rumah Adat Suku Minangkabau

suku minangkabau

Suku Minangkabau – Rumah Adat Suku Minang Kabau juga mempunyai sebutan lain seperti rumah gadang, rumah bagonjong dan rumah baanjuang.

Rumah adat ini merupakan rumah model panggung dengan ukuran besar dan berbentuk persegi panjang.

Sama halnya dengan rumah adat yang ada di Indonesia, rumah gadang juga dibuat dari material yang berasal dari alam. Tiang penyangga, dinding dan lantai terbuat dari papan kayu dan juga bambu.

Sedangkan atap bangunan yang berbentuk seperti tanduk kerbai terbuat dari ijuk. Meskipun terbuat dari bahan alam, arsitektur rumah gadang tetap memiliki desain yang sangat kokoh.

Rumah adat ini mempunyai tekstur bangunan tahan gempa sesuai dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang memang rawan gempa.

Desain tahan gempa pada tiang bangunan yang tidak menancap ke tanah. Justru menumpang pada batu-batu datar di atas tanah.

Dengan desain tersebut, getaran tidak akan menimbulkan rumah rubuh saat terjadi gempa berskala besar sekalipun. Selain itu, masing-masing tiang tidak menyatu dengan paku, melainkan pasak yang terbuat dari kayu.

Sistem inilah yang membuat rumah adat dapat bergerak secara fleksibel meskipun diguncang dengan getaran gempa yang dahsyat.

Seni Tari Suku Minangkabau

suku minangkabau

1. Tarian Pencak

Tarian Pencak diperankan oleh dua orang dengan gaya silat. Secara fisik dalam pencak, permainan bisa bersinggunan.

Selain itu, tarian ini diikuti oleh bunyian seperti talempong atau pupuik batang padi. Gerakannya tidak harus mengikuti irama dan bunyian.

Bunyian tersebut hanya sekedar pengiring belaka, gerakan tarian pencak ini disesuaikan dengan gerak lawan. Bagaimana lawan memainkan gerakan, seperti itu pula gerakan yang satunya.

Tarian pencak terdiri dari tiga jenis diantaranya, tari sewah, tari alo ambek dan tari gelombang.

2. Tarian Perintang

Tarian Perintang dimainkan oleh pemuda untuk perintang waktu. Tarian dapat dilakukan bersama-sama ataupun sendiri-sendiri.

Tarian ini diiringi bunyian-bunyian seperti talempong, gendang dan pupuik batang padi.

Tarian ini dilakukan dengan bebas mengikuti irama 4/4 tanpa terikat dengan bunyi-bunyian yang mengikutinya.

Setiap penari berhak melakukan gerakan sesuai kepandaiannya masing-masing. Namun, ada gerakan yang telah diatur seperti menirukan gerak tupai, elang terbang, keburu mengamuk dan sebagainya.

Tarian ini dimainkan di sawah pada saat musim panen atau acara keramaian lainnya seperti tari piring, tari galuak dan tari kerbau jalang.

3. Tarian Kaba

Tarian Kaba merupakan tarian yang mengangkat tema cerita (kaba). Tarian ini mengutamakan nyanyian daripada gerak tari.

Penari menyanyikan cerita kaba sambil menari. Pengungkapan cerita kaba dengan nyanyian lebih diprioritaskan daripada gerak tarinya. Tarian ini juga diikuti dengan musik pengiring seperti talempong dan adok.

Alat Musik Khas Suku Minangkabau

suku minangkabau

1. Talempong

Talempong merupakan salah satu alat musik tradisional minangkabau. Alat musik ini digunakan dengan cara dipukul yang terbuat dari bahan kuningan, berbentuk bulat dengan bagian bawah berlubang. Sedangkan bagian atasnya terdapat sedikit tonjolan.

Talempong biasanya digunakan sebagai alat musik untuk mengiringi beragam jenis kesenian tradisional minangkabau seperti tarian ataupun musik.

2. Saluang

Saluang merupakan alat musik tiup yan terbuat dari talang yang sejenis dengan bambu tapi lebih tipis. Talang dengan ukuran yang lebih besar juga dipakai untuk wadah memasak makanan khas minangkabau (lamang).

Alat musik tradisional minangkabau ini mempunyai ukuran 40-60 cm dengan 4 buah lubang dengan diameter masing-masing lubang 3-4 cm.

Teknik memainkan saluang bukanlah hal mudah, diperlukan teknik khusus yang dinamakan sebagai manyisiahan angok (menyisakan nafas).

Dengan teknik ini pemain saluang dapat meniup saluang dari awal sampai akhir lagu tanpa nafas terputus.

3. Rabab

Rabab merupakan alat musik tradisional khas minangkabau yang mirip dengan biola. Selain menjadi alat musik kesenian sendiri. Kesenian rabab yang dimainkan dalam bentuk cerita atau dendang.

Terdapat dua aliran rabab yang sangat dikenal yaitu Rabab Pasisia dan Rabab Pariaman.

4. Pupuik Batang Padi

Alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara ditiup. Bahannya terbuat dari batang padi. Pada bagian ujung tempat tiupan, biasanya dipecah sedikit sehingga menimbulkan celah, kalau ditiup celah tersebut dapat menimbulkan bunyi.

5. Bansi

Bansi merupakan alat musik tradisional tiup khas minangkabau. Bansi mempunyai tujuh lubang mirip dengan rekorder. Ciri-cirinya pendek dan biasanya berukuran 33-36 cm.

6. Pupuik Tanduak

Alat musik tradisional minangkabau ini dibuat dari bekas tanduk kerbau. Meskipun termasuk alat musik tapi tanduak sangat jarang dimainkan untuk pengiring musik.

Fungsinya digunakan untuk alat pemberitahu warga jika ada pengumuman dari pemuka adat.

7. Sarunai

Kata sarunai diambil dari kata Shennai yaitu alat musik asal India. Sarunai terbuat dari dua buah bambu tidak sama besar.

Kemudian potongan kecil bambu dapat masuk dalam potongan bambu yang lebih besar dengan fungsi penghasil suara (nada).

8. Tambua Tasa

Tambua Tasa merupakan alat musik tradisional di pukul yang hingga kini masih digunakan khususnya pada saat acara adat. Alat musik ini terdiri dari dua jenis alat musik yaitu gandang tambua dan gandang tasa.

Gandang tambua berbentuk tabung yang terbuat dari bahan kayu dengan dua permukaan kulit. Sedangkan Gandang Tasa mirip seperti setengah bola yang mempunyai satu sisi kulit.

Gandang Tambua dipakai dengan cara disandang pada satu bahu kanan oleh penggunanya dalam posisi berdiri dengan menggunakan alat dua buah kayu pemukul.

Adat Istiadat Suku Minangkabau

suku minangkabau

1. Adat Nan Sabana Adat

Adat nan sabana adat merupakan ketentuan hukum yang bersifat pada alam benda seperti, flora dan fauna ataupun manusia sebagai ciptaannya (Sunnatullah).

Adat nan sabana adat ini mempunyai sumber hukum adat minangkabau dalam menata masyarakat dalam segala hal.

Ketentuan tersebut adalah aksioma tidak bisa dibantah kebenarnnya. Contoh dari benda api dan air, ketentuan untuk membakar dan membasahkan.

Benda tersebut tetap abadi sampai hari akhir dengan sifat tersebut, kecuali Allah sebagai penciptanya mengubahnya.

2. Adat Nan Diadatkan Nenek Moyang

Adat ini telah dikemukakan sebelumnya yaitu meneliti, mempedomani, mempelajari alam sekitarnya menurut pihak nenek moyang orang minang.

Sehingga disusunlah ketentuan alam dengan fenomena-fenomenanya menjadi pepatah, mamang, bidal, pantun gurindam adat dengan mengambil perbandingan dari ketentuan alam tersebut, kemudian dijadikan kaidah-kaidah sosial dalam menyusun masyarakat dalam segala bidang seperti, sosial budaya, politik, hukum, keamanan maupun ekonimi.

Sebab pepatah tersebut diambil dari ketentuan alam dengan fenomenanya masing-masing, maka kaidah tersebut mengikuti sumbernya yang tidak dapat diubah meskipun dengan musyawarah mufakat sekalipun.

3. Adat Teradat

Adat ini merupakan peraturan yang dibuat oleh penghulu adat dalam suat nagari, peraturan berguna untuk melaksanakan inti-inti hukum yang telah dituangkan oleh nenek moyang (Dt. Perpatiah Nan Sabatang dan Dt. Ketumanggungan) dalam pepatah-pepatih adat.

4. Adat Istiadat

Adat Istiadat adalah aturan yang disahkan oleh penghulu-penghulu melalui musyawarah mufakat yang berkaitan dengan kesukaan anak nagari seperti kesenian, olah raga, pencak silat randai, talempong, pakaian laki-laki dan masih banyak lagi.

Terdapat juga hal lain seperti, marawa, ubur-ubur, tanggo, gabah-gabah, dan pelaminan.

Sistem Kekerabatan Suku Minangkabau

Sistem Kekerabatan orang minang adalah matrilineal (garis keturunan Ibu), agar sistem kekerabatan tersebut memperhitungkan dua generasi diatas ego laki-laki dengan satu generasi di bawahnya.

Berikut ini contohnya:

  • Ibunya ibu
  • Saudara perempuan dan laki-lakinya ibu
  • Saudara laki-laki ibu
  • Anak laki-laki perempuan saudara perempuan ibu ibunya ego
  • Saudara laki-laki dan perempuan ego
  • Anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ego
  • Anak laki-laki dan perempuan anak perempuan saudara perempuan ibunya ibu

Bahasa Suku Minang Kabau

Bahasa orang minang mempunyai dialek yang dituturkan di kawasan Pesisir Selatan dan dialek di wilayah Muko-Muko.

Namun, dialek bahasa Minangkabau juga dituturkan di Negeri Sembilan, Malaysia dan disebut sebagai Aneuk Jamee di Aceh terutama di wilayah Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan.

Makanan Tradisional Khas Suku MinangKabau

suku minangkabau

1. Lamang Tapai

Lamang tapai merupakan jajanan khas Minangkabau dengan rasa yang legit. Bahan dasar yang dipakai untuk membuat lemang tapai adalah ketan.

Makanan ini mempunyai rasa yang unik, Kamu bisa menikmati makanan ini dicampur dengan ketan hitam. Maraknya makanan ini pada saat bulan ramadhan.

2. Sala Lauak

Sala Lauak merupakan makanan istimewa orang Minang. Bahan yang dipakai untuk membuat sala lauak adalah ikan yang dioleh seperti bakso.

Makanan ini mempunyai ciri khas rasa yang renyah dan gurih serta aroma ikannya yang segar.

3. Pensi

Pensi merupakan makanan sejenis kerang yang ukurannya sangat kecil. Masyarakat Minangkabau biasanya mengolah makanan ini dengan cita rasa yang pedas dan asin.

sebagian orang minang juga menjadikan pensi sebagai makanan pelengkap nasi, karena dimasak menggunakan bumbu-bumbu khas minang dengan tekstur berkuah.

4. Palai Rinuak

Berada di daerah Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Palai rinuak menjadi salah satu makanan khas Minangkabau yang wajib untuk kamu coba.

Orang minang mengolah rinuak dengan tekstur terbungkus dengan daun pisang, atau biasa disebut pepes. tak hanya itu, rinuah juga diolah dalam bentuk di goreng dengan bumbu balado.

5. Lompong Sagu

Lompong sagu adalah makanan khas Minang yang lezat terbuat dari sagu dicampur dengan pisang gepok, gula merah dan kelapa parut.

6. Gulai Itiak

Makanan khas Minangkabau gulai itiak juga menjadi ciri khas bagi orang minang. Makanan yang disajikan dapat menjadi pelengkap menu makannan pokok.

7. Bubur Kampiun

Sebagai pecinta kuliner, kamu harus cobain makanan khas Minangkabau yang satu ini.

Bubur kampiun merupakan makanan khas Kota Bukittinggi yang terbuat dari campuran ketan putih dan bubur sumsum, ketan hitam, kacang hijau, candil, kolak pisang dan juga ubi. Semua disajikan menjadi satu.

8. Dendeng Balado

Dendeng balado merupakan makanan khas Minangkabau yang kelezatannya sudah tersohor.

Dendeng balado terbuat dari bahan sapi yang diolah dengan bumbu rempah khas minangkabau dengan tekstur basah. Kamu bisa menikmati makanan ini dengan nasi agar mendapatkan rasa yang lezat.

9. Sate Lokan

Sate lokan menjadi santapan yang lezat bagi masyarakat Minangkabau. Cocok juga untuk penggemar makanan laut.

10. Bareh Randang

Bareh randang merupakan jajanan yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula. Makanan khas Minang ini biasanya dijadikan teman minum kopi dan cemilan wajib yang diterapkan orang Minang.

11. Galamai

Jika dilihat sekilas bentuk galamai mirip dengan dodol garut. Namun, sejatinya makanan ini merupakan makanan khas Minangkabau tepatnya Kota Payakumbuh Sumatera Barat.

Selain Payakumbuh, makanan ini dapat ditemui di berbagai daerah seperti Solok, Pariaman dan Pasaman.

Senjata Tradisional Suku Minangkabau

suku minangkabau

1. Kerambit

Kerambit biasanya disebut dengan karambiak atau kurambiak yang menjadi senjata tradisional suku Minangkabau.

Kerambit mempunyai tekstur melengkung dan digenggam. Ini merupakan senjata yang paling mematikan di dunia.

2. Karih

Karih merupakan senjata tradisional suku Minangkabau yang mempunyai ciri mirip keris suku Jawa. Bedanya, bentuk karih tidak berlekuk-lekuk seperti keris.

Karih berfungsi sebagai pelengkap aksesoris bagi kaum laki-laki dan dipasang di depan badan. Senjata ini sering digunakan dalam acara resmi, meskipun sebagai aksesoris, tapi tetap masih dilestarikan.

3. Kalewang

Kalewang merupakan senjata tradisional suku Minangkabau berbentuk golok bersisi satu.

Kalewang dijadikan senjata utama pada pasukan Paderi kala perang Paderi Bergolak di Sumatera Barat pada abad ke-19.

Bentuk senjata kalewang juga sangat unik, sekilas seperti ular naga di bagian gagang dan sarungnya hanya dibuat bergaris-garis.

4. Ruduih

Senjata tradisional suku Minangkabau Ruduih ini sejenis dengan golok dari budaya masyarakat minang.

Ruduih juga seringkali digunakan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat minang. Hingga kini, senjata ini masih dilestarikan dan masih tersimpan rapi di museum.

5. Piarik

Piarik merupakan senjata tradisional suku Minang yang mirip tombak dengan tiga mata tajam. Cirinya dipengaruhi oleh budaya hindu siwa di Sumatera Barat sebelum masuk Islam.

Senjata ini digunakan sebagai alat berburu binatang besar bagi masyarakat Minangkabau.

6. Sumpitan

Sumpitan merupakan senjata yang difungsikan untuk berburu ataupun alat pertempuran terbuka. Keunggulan senjata tradisional suku Minang yang satu ini mempunyai daya tembak dengan akurasi mencapai 200 meter.

Selain digunakan oleh masyarakat minangkabau, sumpitan juga digunakan oleh masyarakat suku Dayak. Kegunaannya juga saja yakni untuk berburu hewan dan tidak merusak alam karena bahan yang dipakai dari bahan alam.

Itulah ulasan tentang suku Minangkabau yang berada di Indonesia. Selain suku terkuat dengan religinya, masih ada yang banyak dipelajari dari suku Minangkabau ini.

Misalnya sejarahnya menjadi salah satu bukti dari nilai sejarah yang ada di dalam suku-suku lain di Indonesia. Sebagai bangsa yang berdaulat pada negara, ada baiknya menjaga.

Related Posts